Just Bee

Bee

Apa sih yang terpikir di benak ibu sampai akhirnya tercetak Bee di akta kelahiranku. Apa selama kehamilanku dia tidak pernah terbersit nama lainnya, atau di masa itu belum lazim penggunaan internet dan mesin google untuk mencari inspirasi nama bayi laki-laki? Tak terhitung sudah berapa kali kejadian mengiringi perjalanan umurku hanya perkara nama ini. kalaupun ingin nama yang sederhana dan mudah diingat, kenapa tidak memilih “Budi”, “Andi” atau “Rizal”? kenapa “Bee”? Tapi….dari kesekian peristiwa, siapa sangka juga kalau akhirnya aku bisa menemukan jodohku karena nama ini.

Masih terkenang olehku, kala itu masih balita dan masa perkenalan TK, dengan mudah teman teman sekelas mengingat namaku. Bahkan anak yang masih cadel sekalipun akan dengan mudahnya melafalkan ‘bi’, jika dibandingkan dengan nama temanku yang lainnya semisal “Arsyad”, “Lazuardi”, “Mahendra”, “Daniel”. Jika ada teman ibu, dokter, atau orang asing yang bertanya “siapa namanya?”, dengan tegas dan cepat kusahut “Bi”, dan jika diiringi pertanyaan lanjutan “Bi, siapa?”, aku jawab “Bi aja”. Raut muka yang kudapati pun beraneka, ada yang hanya tersenyum, ada juga yang raut mukanya datar tapi menyimpan pertanyaan, tak jarang ada pula yang meninggikan alisnya.

Masa sekolah dengan seragam merah putih, nama Bee masih menguntungkan. Ketika ujian sekolah, aku hanya butuh waktu 3 detik untuk menuliskan namaku. Meskipun aku juga mulai bertanya-tanya kepada ibu perihal namaku, apa artinya dan kenapa dipilih sebagai namaku. Dengan sederhana ibu selalu mengatakan, “Bee itu artinya lebah, binatang yang istimewa dan menjadi nama salah satu surat di Al-Quran, ibu pingin kamu jadi orang yang bermanfaat dan diingat, makanya pilih nama itu.

(tiba2 ada ide buat cerpen, masih bersambung)

Iklan

bincang bocah

karena sebagian besar niat ngeblog untuk menulis kenangan kanak2, selain itu ngobrol dengan anak2 sungguh merupakan momen ajaib sekaligus takjub dan susah dijabarkan, maka berikut akan saya tulis beberapa obrolan dengan anak2 supaya kelak ada jejak yang tersisa sehingga tidak mudah lupa.

Lavina :

-bunda, waktu aku lahir dulu warnanya apa?kok aku warnanya coklat, bukan putih kayak bunda dan Thariq?

-bunda, waktu aku lahir dulu gimana ceritanya?

-bunda, kenapa aku ga punya kekuatan seperti elsa (frozen)?

-bunda, kenapa sih ada laki-laki, ada perempuan? kenapa beda?

-kenapa sholat itu ada 2, 3 dan 5 rokaat? kenapa ga ada 1 dan 5?

-dulu waktu hamil itu bagaimana bunda?

-bunda, Thariq masuk ke perut lagi aja, aku maunya adik perempuan, 2.

-bunda, kenapa Abi lembur terus, apa kerjaannya banyak segini (sambil tangannya membentuk lingkaran besar).

-bunda, temen ngajiku lo dijemput bundanya.bundanya kerja tapi sore sudah pulang.

Thariq: bunda, Ares lo dimarahi Abinya, pegang listik (listrik)

sementara yang diingat masih ini =)

Lavina loves Thariq

Lavina loves Thariq

setahun kemarin

september 2013 berkesempatan pergi ke s’pore dalam rangka perjalanan dinas. alhamdulillah juga dapat kesempatan ini, karena yang berangkat personilnya terbatas (15 orang termasuk saya) dan bepergian tersebut bersama bu Wali (L1).

sebut saja acaranya adalah Perjalanan Dinas Delegasi Pemerintah Kota Surabaya Senin- Rabu, 9-11 September 2013, ‘CLAIR Urban Planning and Public Service Training’. Jadwalnya lumayan padat senin pagi dijadwalkan kumpul jam 6 pagi di Bandara Juanda untuk penerbangan jam 8.30. hari itu kami dijadwalkan tour ke Marina Barrage saja. saat itu L1 tidak berangkat bersama rombongan, beliau menyusul malam harinya. hebatnya, jam 10 malam beliau datang, saat itu kami sudah mulai cek in dan istirahat di hotel, L1 mengajak kami jalan-jalan ke tengah kota belajar tentang perkotaan dan penataan bangunan di s’pore. bener2 jalan kaki kami diajak keliling, menelusuri kota yang mulai sepi, sampai midnight pula, jam 00.30 baru sampai di hotel lagi untuk istirahat. jempol sepuluh deh untuk staminanya L1.

di roof top marina barrage ini bisa dimanfaatkan sebagai 'community public space,

di roof top marina barrage ini bisa dimanfaatkan sebagai ‘community public space,

konsep marina barrage

konsep marina barrage

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

211284712SAMSUNG DIGITAL CAMERASAMSUNG DIGITAL CAMERASAMSUNG DIGITAL CAMERASAMSUNG DIGITAL CAMERASAMSUNG DIGITAL CAMERASAMSUNG DIGITAL CAMERA

sementara posting day 1 dulu

catatan usai lebaran

sudah lama tidak berbagi rasa,
banyak yang ingin dicatat, langsung rekap saja

april
alhamdulillah tabungan setahun untuk berlibur bisa pergi ber4 ke Bali,
3 hari dua malam (Jumat 18-20 April) , berangkat pagi2 naik taxi jam 4 ke bandara padahal anak2 masih bobok, jadi langsung dibangunkan tanpa mandi 😉
Thariq juga pas masih sakit, jadi liburan bawa obat, dan tiap hari ada 2/3 destinasi yang tidak bisa sy nikmati karena jagain Thariq yang lagi bobok di bis.
tiap malam nyampe hotel sy dan suami nggendong anak satu-satu, tapi tetep dong ini pengalaman yang seru…
alhamdulillah di C4 ini naik level manager 12% Oriflame.
sebulan menjalankan FC bareng suami.

mei
bepergian lagi, sekeluarga rame2 ke jakarta (opa, mak’e, te Yuli, mami Hanik, te iik, Om Heri, Carissa dan kami) ke sunatannya Mikola (sabtu 24-26 Mei).
menginap rame2 itu…seru…
bisnis oriflame alhamdulillah lancar, naik lagi C5 manager 15%.
gabung ODOJ 221 dengan bantuan mbak De ( masrafa.com) langsung dapat jatah juz 23.

juni
Lavina ultah ke 5, persiapan serta instan, alhamdulillah acaranya lancar dan menyenangkan.
lagi rame berita dan status tentang capres di sosmed, alhamdulillah bisa mengawali puasa dengan penuh syukur.
pindahan….alhamdulillah Mak’e sekeluarga lebih dekat masjid juga, semoga barakah.
menutup bulan C6 last minute manager 18%.

juli
pemilu presiden yang bersejarah menurut saya karena benar2 heboh di media, masing2 capres punya fans fanatik.
berita pilu dari Gaza….
Lebaran, liburan, mudik, macetnya….
seneng kumpul2 keluarga, Buded, Pakde, ka Maureen, Mikola lebarannya di Surabaya, te Rani gabung juga.
mudik wajak, ada pertemuan keluarga juga, sempat mampir nongkojajar, turen, mbambang, japanan, piuh…

agustus
mengawali bulan setelah liburan itu…..
penuh drama, mulai ninggal anak2 kerja sedangkan ART belum ada.
tapi it’s ok, the show must go on, keep strong.
“orang yang memutuskan untuk berhenti dan gagal, padahal mereka tidak mau melangkah lagi untuk keberhasilan,
mereka hanya tidak cukup sabar menunggu…
waktu tergelap adalah dini hari, dimana sebentar lagi akan ada matahari (Merry Riana)”

i do change

tidak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan, segala sesuatu pasti berubah, justru perubahan itu sendiri lah yang abadi.

saya sendiri mengalami banyak mengalami perubahan sampai detik menulis blog ini.

sebut saja ini episode pertama, CITA-CITA,

ike kecil waktu SD bercita-cita menjadi guru, maklum mungkin karena ibu saya juga seorang guru SD. ga tanggung-tanggung waktu itu yang ada di benak saya adalah menjadi guru SD di pelosok. angan saya tentang pelosok adalah daerah yang masih belum punya jalan aspal, jalannya berbukit dan melewati hutan/ pekarangan menuju sekolah sederhana tanpa pagar hiasan/cat warna warni dengan halaman yang luas yang dilengkapi tiang bendera.

Gambar

beranjak SMP, masih berkeinginan kelak akan menjadi guru di pelosok, sembari ada bayangan ketika pulang mengajar saya masih akan sibuk menerima jahitan, atau memasak/membuat kue dan saya juga pingin punya salon. he…kayaknya rempong banget ya, tapi memang saya senang sekali menggambar/ mendesain baju, membeli kain dan menjahitkannya ke orang untuk saya pakai. saya sering terinspirasi dari baju-baju mainan bongkar pasang. dari permainan bongkar pasang pun sering terinspirasi untuk membuat/ mendesain rumah tinggal nyaman untuk mendukung permainan itu. saya juga senang melihat buku resep dan mencatat/mengkliping resep masakan terutama kue. kalau salon…mungkin karena tinggal dan besar di desa, salon masih merupakan tempat yang langka (yang banyak tukang cukur), jadi kalau di rumah ada salon rasanya gimana gitu, seneng aja kayaknya.

Gambar

ketika SMA terdoktrin oleh keluarga untuk menjadi dokter ketika dewasa. entahlah, dokter itu sebenarnya cita-cita kakek nenek yang terpatri untuk cucu-cucunya, pokoknya cucu kakek/nenek harus ada yang jadi dokter, titik. berasal dari keluarga besar (dari ibu saya), ketika satu per satu kakak sepupu saya tidak ada yang tembus UMPTN kedokteran, cita-cita itu dibebankan pada saya. yang saya ingat, saya oke-oke saja dengan mandat tersebut, rajin belajar dan lambat laun cita-cita untuk menjadi guru hilang dari angan. parahnya saking fokus supaya tembus kuliah kedokteran, saya sampai tidak punya jurusan pilihan kedua ketika akan tes UMPTN. ketika beberapa kali try out UMPTN pun, pilihan pertama selalu kedokteran dan pilihan kedua selalu ngawur sekenanya saja.

akhirnya UMPTN tahun 1999 pilihan pertama adalah kedokteran dan pilihan kedua jurusan arsitektur yang dua-duanya saya memilih universitas di Surabaya. ketika pengumuman UMPTN pun sebenarnya penuh drama, akhirnya nama saya tercacat di koran lulus UMPTN di pilihan ke2 yaitu Arsitektur. kehidupan kuliah penuh lika-liku saya jalani di masa ini sampai akhirnya bisa menyelesaikan kuliah dalam waktu 4 tahun. masa itu masih jarang mahasiswa yang lulus tepat waktu, sehingga saat saya lulus bersama 12 teman lainnya, kami mendapat penghargaan dari Kepala Jurusan.

saat kuliah ini, cita-cita saya menjadi absurd, ga jelas, yang penting nanti dapat kerja dan dapet duit, simple. karena saya numpat budhe waktu kuliah, dan beliau adalah single mom dengan 3 anak, yang ada dalam pikiran saya waktu itu, harus cepat dapat kerja, kerja apa aja, yang penting ada hasilnya dan segera membahagiakan orang tua dan keluarga.

setelah lulus tahun 2003, sempat kerja bareng teman bikin konsultan, kerja pabrik punya bos orang jepang, kerja di asuransi sebulan, akhirnya berakhir kerja di pemerintahan.

sekarang, setelah berkeluarga dan punya 2 anak, rasanya pingin di rumah saja tapi tetap berpenghasilan. menemani buah hati yang sedang bertumbuh kembang. melakoni rutinitas rumahan, memasak, membuat kudapan dan merawat taman. saya pribadi juga masih menyimpan banyak impian.

apakah cita-cita ini masih akah berubah? saat ini yang ada di angan adalah keluar dari rutinitas kantoran, jadi orang rumahan tapi tetap berkarya dan menghasilkan. berjuang!

Gambar

hello februari

alhamdulillah, mulai bulan ini dapat amanah baru di tempat kerja.

pindah ruang, pindah bidang meski masih satu dinas yang sama.

bulan januari kemarin, bersyukur:

  • akhirnya bisa ke depag untuk daftar haji
  • vina sekolahnya bareng bunda dan abi kerja, ditinggal trus dijemput mak’e
  • dapat bonus wp1 berupa parfum swan dan clutch+kalung bonus rekrut oriflame
  • kalau malam, vina sudah tidak pake diaper
  • 2 minggu akhir, thariq ga nangis lagi kalau dipamiti
  • ponakan baru lahir, 24 januari (Carissa Aqueena Maulidya)

Gambar