ter ‘bay max’

sudah lebih dari sebulan ini anak-anak lagi suka dengan karakter Big Hero 6 (telat ya). suka ini dalam arti sering minta nonton film nya kalau malam sebelum tidur, sering minta digambarkan karakter Hiro, dkk (paling gampang kan gambar Bay Max tinggal bulet, bulet gitu aja, la kalau mintanya gambar Gogo, cs, garuk2 kepala dulu). selain itu kalau lagi di jalan atau toko ada barang (buku, baju, tas, topi, dll) dengan gambar karakter tersebut pasti langsung ribut.

Thariq lebih parah dari Vina, dikit dikit bay max, minum susu aja pake komen ‘bay max lo suka minum susu’, lagi makan sosis juga nyeletuk ‘bay max lo suka makan sosis’, pingin dibelikan es krim juga nyebut bay max. alhasil kalau dia lagi agak susah makan, bunda tinggal gampang aja mbujuknya ‘bay max lo makannya pinter, makanya perutnya gendut’. begitu juga kalau dia lagi ngambek, nangis, minta aneh2 yang ga jelas, jurus ampuh bunda ‘bay max lo, ga nangisan’.

bunda, lihat, aku kayak bay max

bunda, lihat, aku kayak bay max

DSC_4230

Iklan

guru kehidupan

yang terjadi semalam benar-benar membuat dada sesak dan tak terasa ada aliran air tak putus putus berasal dari mata.

malam itu, ketika sedang sholat berjamaah isya dengan Abi, terdengar pertengkaran, berebut barang/mainan, adu mulut antara vina dan thariq.

entah siapa yang memulai, tiba2 si sulung menangis keras dan tersedu-sedu. padahal setelah berulang tahun ke 4, jarang sekali vina menangis kecuali jika benar2 sakit, semisal terjatuh. sholat jadi ga bisa khusyuk karena keduanya masing bertengkar, vina masih menangis bahkan sempak memeluk saya.

sambil menangis dia berujar, “sudah le, minta maaf le, ga boleh pukul”.

masih dalam kondisi sholat terdengar tangis vina lambat laun mereda, tapi dia tak henti berucap ” minta maaf le, sayang, salaman”.

ketika selesai sholat, vina langsung merengkuh saya dengan terisak-isak, saya hanya berusaha menenangkan karena-entah- saya juga ikut mewek melihat dan mengingat kejadian itu.

malam itu saya belajar, ketika menjadi orang tua, kita berperan menjadi murid, dan anak2 kitalah gurunya.

dari anak, kita belajar untuk sabar, sabar yang tidak berbatas seperti saat menasehati anak dia malah tidak memperhatikan kita atau hanya sekedar menjawab “iya bunda, iya abi”

dari anak, kita belajar ikhlas, ikhlas dengan kejadian pertengkaran yang telah terjadi, melupakan dan hanya mengambil hikmahnya saja. anak kecil cepat sekali lupa, semenit yang lalu dia menangis, 2 menit lagi sudah bisa terbahak.

dari anak, kita belajar, belajar terus bahwa menjadi orang tua memang harus terus belajar, dari pengalaman dan dari tiap kejadian.

Gambar

Gambar

rukun terus ya nak…kalaupun ada perselisihan segera selesaikan, salaman dan sayang-sayangan.

10 Things a Mom Should Tell Her Son

10 Things a Mom Should Tell Her Son

1. Pray and be a spiritual leader. At least for your wife and children.
2. Play a sport. It will teach you how to win honorably, lose gracefully, respect authority, work with others, manage your time and stay out of trouble.
3. Your knowledge, education, principle and faith is something that nobody can take away from you.
4. Be strong and tender at the same time.
5. Don’t ever be a bully and don’t ever start a fight, but if some idiot clocks you, defend yourself!
6. Save money and invest when you’re young because you’re gonna need it someday.
7. Allow me to introduce you to the oven, washing machine, mop, broom, iron. Now please go use them.
8. Please choose your spouse wisely. My daughter-in-law will be the gatekeeper for me spending time with you and my grandchildren.
9. A woman can do everything that you can do. This includes her having a successful career and you changing diapers at 3.A.M. Mutual respect is the key to a good relationship.
10. Remember to call your mother because I might be missing you (like, always).

CoPas dari metariza.com